Percakapan tentang perasaan ini terjadi sejak H+3 lebaran.
Anakku, Fachri yang usianya genap 3 tahun 20 hari memulai perbincangan itu.
"Ayi sedih nek bunda kerja."
Aku kaget dengan pernyataan jagoan kecilku.
"kenapa sedih, mas?" aku mencoba menyelidik.
"iya. Terus Ayi minta digendong."
" Boleh, tapi gendonge bentar ya. Nek lama ya mbah capek. "
"iya, terus Ayi maen. "
"Bunda boleh kerja? Nanti uange buat kita tabung, buat sekolah Ayi" hatiku sudah tak menentu.
"Besok Ayi nek gede, Ayi yang kerja. " celotehnya.
"Wah, anak bunda pinter... "
"Nanti bunda tak kasih uang. "
"iya?" aku antusias.
"iya. Seng ada gambare. Sama tumbas jajan ya. "tambahnya dengan penuh semangat.
Percakapan seperti itu terjadi beberapa kali. Bahkan tadi pagi saat ayahnya berangkat kerja lebih awal dari jadwal yang seharusnya karena pihak BRI akan ada audit, jadi semua mesin sudah harus ready pada senin mendatang.
Aku bangunkan mas Fachri, "mas, bangun ayah mau berangkat kerja. "
Mas Fachri langsung membuka mata dan yang terlontar dari mulut mungilnya adalah, "Bunda?"
Aku memeluknya, lalu berkata "Bunda masih libur, masuknya besok senin."
Lalu mas Fachri melingkarkan tangannya di leherku, meminta agar pelukan ini semakin dipererat.
Maafkan Bunda, nak. Yang masih harus bekerja.
MaafkanBunda, nak. Yang masih belum bisa membersamaimu 24 jam.
Tapi, Bunda akan berusaha bahwa kamu, anak dan keluargaku yang tetap utama.
Anakku, Fachri yang usianya genap 3 tahun 20 hari memulai perbincangan itu.
"Ayi sedih nek bunda kerja."
Aku kaget dengan pernyataan jagoan kecilku.
"kenapa sedih, mas?" aku mencoba menyelidik.
"iya. Terus Ayi minta digendong."
" Boleh, tapi gendonge bentar ya. Nek lama ya mbah capek. "
"iya, terus Ayi maen. "
"Bunda boleh kerja? Nanti uange buat kita tabung, buat sekolah Ayi" hatiku sudah tak menentu.
"Besok Ayi nek gede, Ayi yang kerja. " celotehnya.
"Wah, anak bunda pinter... "
"Nanti bunda tak kasih uang. "
"iya?" aku antusias.
"iya. Seng ada gambare. Sama tumbas jajan ya. "tambahnya dengan penuh semangat.
Percakapan seperti itu terjadi beberapa kali. Bahkan tadi pagi saat ayahnya berangkat kerja lebih awal dari jadwal yang seharusnya karena pihak BRI akan ada audit, jadi semua mesin sudah harus ready pada senin mendatang.
Aku bangunkan mas Fachri, "mas, bangun ayah mau berangkat kerja. "
Mas Fachri langsung membuka mata dan yang terlontar dari mulut mungilnya adalah, "Bunda?"
Aku memeluknya, lalu berkata "Bunda masih libur, masuknya besok senin."
Lalu mas Fachri melingkarkan tangannya di leherku, meminta agar pelukan ini semakin dipererat.
Maafkan Bunda, nak. Yang masih harus bekerja.
MaafkanBunda, nak. Yang masih belum bisa membersamaimu 24 jam.
Tapi, Bunda akan berusaha bahwa kamu, anak dan keluargaku yang tetap utama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar