Hari Sabtu, 3 Juni 2017 Ayah pulang dari Bali. Ayah bertugas satu hari, dan usai tugas ayah langsung pulang. Maka, sabtu pagi Ayah sudah sampai rumah. Dan saya harus menjemput di tempat Ayah diturunkan Bis.
Saat itu habis subuh, ayah mengabari bahwa sudah sampai lokasi. Dan meminta dijemput jam 5an agar sudah terang.
Dan akupun mengiyakan.
Saat mau berangkat, sekitar jam 5.10 ternyata mas Fachri bangun. Aku membangunkan dulu mas Fachri lalu kuajak mas Fachri keluar.
"Bunda mau kemana?" tanya mas Fachri saat melihatku sudah berpakaian rapi dan memakai jaket.
"Bunda mau jemput Ayah. Sekarang Ayah sudah menunggu di Juwana." jawabku sambil tersenyum.
"Ayah sudah pulang?"
"yups betul. Ayi di rumah sama mbah ya. "
"Ayi ikut." Mas Fachri mulai merengek.
"Kalau sama Ayi, Bun gak berani. Masih gelap. Ayi dirumah, jalan-jalan sama Uti. Kasian Ayah nunggu lama. " Aku membujuk mas Fachri dengan lembut.
Mas Fachri mau, lalu turun dari pangkuan dan mengajak Utinya jalan pagi. Diambil sepatu merahnya yang berlampu dengan bahagia.
Lalu sayapun segera meluncur untuk menjemput Ayah.
Saat itu habis subuh, ayah mengabari bahwa sudah sampai lokasi. Dan meminta dijemput jam 5an agar sudah terang.
Dan akupun mengiyakan.
Saat mau berangkat, sekitar jam 5.10 ternyata mas Fachri bangun. Aku membangunkan dulu mas Fachri lalu kuajak mas Fachri keluar.
"Bunda mau kemana?" tanya mas Fachri saat melihatku sudah berpakaian rapi dan memakai jaket.
"Bunda mau jemput Ayah. Sekarang Ayah sudah menunggu di Juwana." jawabku sambil tersenyum.
"Ayah sudah pulang?"
"yups betul. Ayi di rumah sama mbah ya. "
"Ayi ikut." Mas Fachri mulai merengek.
"Kalau sama Ayi, Bun gak berani. Masih gelap. Ayi dirumah, jalan-jalan sama Uti. Kasian Ayah nunggu lama. " Aku membujuk mas Fachri dengan lembut.
Mas Fachri mau, lalu turun dari pangkuan dan mengajak Utinya jalan pagi. Diambil sepatu merahnya yang berlampu dengan bahagia.
Lalu sayapun segera meluncur untuk menjemput Ayah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar