Hari ini, kamis, tanggal 1 Juni 2017. Ayah pulang dari tugas di Bali. Kali ini ayah ke Bali dengan naik Bus. Jadi, saya harus mengantar sampai Juwana tempat bus menunggu.
Jadwal pemberangkatan bus dari Juana pukul 16.00. Jadi diperkirakan jam setengah empat harus berangkat dari rumah.
Karena ini bulan puasa, maka saya menyiapkan bekal untuk ayah berbuka. Saat ini mas Fachri, anak kami yang berusia tiga tahun sedang tidur siang. Jadi, saya bisa beraktivitas dengan tenang.
Jam 14.30, saat saya sedang menyiapkan bekal, ayah dapat telpon dari pihak bus bahwa kemungkinan bus mundur sampai jam 17.00. Mendengan kabar itu, saya agak santai dalam menyiapkan bekal. Bahkan saya berencana untuk membeli jajan untuk Ayah.
Saat saya menstater motor sekitar jam 14.50, ayah kembali mendapat telpon dari pihak bus bahwa ternyata jalanan kembali lancar dan kemungkinan sampai di Juwana jam 15.30. Saya kaget. Maka, saya tak jadi pergi ke warung. Lalu segera saya kemas bekal yang sudah ada.
Di saat itu pula mas Fachri bangun dan minta ditemeni bunda. Sementara ayah siap-siap saya menemani mas Fachri.
Nada telpon ibu mulai berdering. Ada kabar bahwa mertua dari pak dhe saya meninggal dunia.
Innalillahi wainna ilaihi rojiun.
Jam 15.10 ayah sudah siap. Sementara mas Fachri masih belum mau ditinggal. Jadi, saya minta tolong Ayah untuk membawa keluar semua bekal yang sudah saya siapkan.
Maka, kami putuskan menunggu hujan reda. Sedangkan bapak dan ibuk ta'ziah nanti sepulang saya mengantar Ayah agar bisa menjaga mas Fachri terlebih dahulu. Saya tidak mengajak mas Fachri untuk mengantar ayah karena selain jarak yang lumayan jauh juga karena cuaca yang tidak mendukung.
Lalu saya memeluk mas Fachri dan bilang "Bunda nganter Ayah dulu sampai Juwana. Mas Fachri di rumah sama Uti dan Akung."
Ayah pun melakukan hal yang sama untuk pamit berangkat kerja ke mas Fachri.
Beberapa menit kami membujuknya dengan penuh sayang dan intonasi suara yang ramah.
Alhamdulillah, mas Fachri pun mengijinkan.
Jadwal pemberangkatan bus dari Juana pukul 16.00. Jadi diperkirakan jam setengah empat harus berangkat dari rumah.
Karena ini bulan puasa, maka saya menyiapkan bekal untuk ayah berbuka. Saat ini mas Fachri, anak kami yang berusia tiga tahun sedang tidur siang. Jadi, saya bisa beraktivitas dengan tenang.
Jam 14.30, saat saya sedang menyiapkan bekal, ayah dapat telpon dari pihak bus bahwa kemungkinan bus mundur sampai jam 17.00. Mendengan kabar itu, saya agak santai dalam menyiapkan bekal. Bahkan saya berencana untuk membeli jajan untuk Ayah.
Saat saya menstater motor sekitar jam 14.50, ayah kembali mendapat telpon dari pihak bus bahwa ternyata jalanan kembali lancar dan kemungkinan sampai di Juwana jam 15.30. Saya kaget. Maka, saya tak jadi pergi ke warung. Lalu segera saya kemas bekal yang sudah ada.
Di saat itu pula mas Fachri bangun dan minta ditemeni bunda. Sementara ayah siap-siap saya menemani mas Fachri.
Nada telpon ibu mulai berdering. Ada kabar bahwa mertua dari pak dhe saya meninggal dunia.
Innalillahi wainna ilaihi rojiun.
Dan, saat sepeeti ini membuat semua panik. Ditambah hujan mulai turun.
Jam 15.10 ayah sudah siap. Sementara mas Fachri masih belum mau ditinggal. Jadi, saya minta tolong Ayah untuk membawa keluar semua bekal yang sudah saya siapkan.
Maka, kami putuskan menunggu hujan reda. Sedangkan bapak dan ibuk ta'ziah nanti sepulang saya mengantar Ayah agar bisa menjaga mas Fachri terlebih dahulu. Saya tidak mengajak mas Fachri untuk mengantar ayah karena selain jarak yang lumayan jauh juga karena cuaca yang tidak mendukung.
Lalu saya memeluk mas Fachri dan bilang "Bunda nganter Ayah dulu sampai Juwana. Mas Fachri di rumah sama Uti dan Akung."
Ayah pun melakukan hal yang sama untuk pamit berangkat kerja ke mas Fachri.
Beberapa menit kami membujuknya dengan penuh sayang dan intonasi suara yang ramah.
Alhamdulillah, mas Fachri pun mengijinkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar