Hari ini (29 April 2017) adalah hari ketiga aku menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Seperti biasa, akhir bulan adalah saatnya membuat laporan bulanan kegiatan Program Keluarga Harapan dan dikumpulkan tanggal 30. Pukul 14.00, usai tadarusan di mushola, aku berencana mengerjakan laporan bulanan. "mumpung mas Fachri sedang tidur" pikirku.
Memang, memiliki anak kecil harus bisa mencari celah untuk mengerjakan tugas agar bisa tenang. Dan salah satu waktu yang tepat adalah ketika si kecil tidur. Dan siang ini adalah waktu yang tepat, menurutku.
Dengan semangat kusiapkan semua berkas yang kubutuhkan, mulai dari catatan kegiatan, foto dokumentasi, dan lain sebagainya.
Saat semua sudah siap, laptop sudah menyala tiba-tiba mas Fachri bangun dan langsung mendekati aku yang sedang sibuk berkutat di depan laptop.
Mas Fachri ternyata masih ngantuk dan minta ditemani bubuk lagi. Pikiranku yang sudah masuk dengan pekerjaan dan deadline tidak begitu menghiraukan ajakan dan rengekan mas Fachri.
"Sebentar, mas. Mas Fachri duduk sini dulu yuk." ajakku dengan sedikit memegang kembali tangannya yang menggeret tanganku.
"gak mau... Ayi mau bubuk sama Bunda." mas Fachri bersikeras.
"ayo bun.... " kali ini disertai rengekan. Lalu tiba-tiba mas Fachri mendekat dan menutup laptop yang menyala.
Aku geram. Tapi, Alhamdulillah aku teringat bahwa bulan ini adalah bulan ramadhan dan aku sedang mengikuti tantangan mengelola emosi kelas Bunda Sayang. Jadi, aku mencoba meredam emosi yang bergejolak.
Baiklah, jika saya tetap bersikukuh untuk duduk di depan laptop pun tidak ada hasil. Maka, akupun mendudukkan mas Fachri yang berusia 35 bulan di pangkuanku.
"Mas Fachri pingin bubuk ditemani Bunda? " tanyaku.
"iya. Ayo Bun... "
"Boleh. Tapi sebentar ya,10 menit. Ok? "
"ok. " jawab mas Fachri.
Kamipun berjalan bergandeng ke depan tivi untuk tiduran. Dan di sinilah aku mendapatkan kebahagian yang luar biasa baik dalam diri sendiri atau dari mas Fachri.
Di depan tivi kami bermain dan bercerita. Tidak lama setelah itu mas Fachri mengijinkan aku untuk mengerjakan tugas atau melakukan aktivitas lainnya. Sedang mas Fachri melanjutkan main mobil di sampingku yang sedang membuat laporan.
Memang, memiliki anak kecil harus bisa mencari celah untuk mengerjakan tugas agar bisa tenang. Dan salah satu waktu yang tepat adalah ketika si kecil tidur. Dan siang ini adalah waktu yang tepat, menurutku.
Dengan semangat kusiapkan semua berkas yang kubutuhkan, mulai dari catatan kegiatan, foto dokumentasi, dan lain sebagainya.
Saat semua sudah siap, laptop sudah menyala tiba-tiba mas Fachri bangun dan langsung mendekati aku yang sedang sibuk berkutat di depan laptop.
Mas Fachri ternyata masih ngantuk dan minta ditemani bubuk lagi. Pikiranku yang sudah masuk dengan pekerjaan dan deadline tidak begitu menghiraukan ajakan dan rengekan mas Fachri.
"Sebentar, mas. Mas Fachri duduk sini dulu yuk." ajakku dengan sedikit memegang kembali tangannya yang menggeret tanganku.
"gak mau... Ayi mau bubuk sama Bunda." mas Fachri bersikeras.
"ayo bun.... " kali ini disertai rengekan. Lalu tiba-tiba mas Fachri mendekat dan menutup laptop yang menyala.
Aku geram. Tapi, Alhamdulillah aku teringat bahwa bulan ini adalah bulan ramadhan dan aku sedang mengikuti tantangan mengelola emosi kelas Bunda Sayang. Jadi, aku mencoba meredam emosi yang bergejolak.
Baiklah, jika saya tetap bersikukuh untuk duduk di depan laptop pun tidak ada hasil. Maka, akupun mendudukkan mas Fachri yang berusia 35 bulan di pangkuanku.
"Mas Fachri pingin bubuk ditemani Bunda? " tanyaku.
"iya. Ayo Bun... "
"Boleh. Tapi sebentar ya,10 menit. Ok? "
"ok. " jawab mas Fachri.
Kamipun berjalan bergandeng ke depan tivi untuk tiduran. Dan di sinilah aku mendapatkan kebahagian yang luar biasa baik dalam diri sendiri atau dari mas Fachri.
Di depan tivi kami bermain dan bercerita. Tidak lama setelah itu mas Fachri mengijinkan aku untuk mengerjakan tugas atau melakukan aktivitas lainnya. Sedang mas Fachri melanjutkan main mobil di sampingku yang sedang membuat laporan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar