"Bunda, mobil balap Ayi warna biru dimana?" tanya Ayi pada siang hari.
"Lha Ayi naruhnya dimana?" tanyaku balik pada mas Fachri.
"Gak tau." jawabnya.
"Tadi dipake main, kan? Yuk dicari dulu. " ajakku pada Mas Fachri.
"gak mau. Cari bunda... "
"Tadi mainnya dimana? Temenin Bun nyari, yuk... "
Mas Fachri bergegas, menggandeng tanganku ke tempat mas Fachri maen.
Kami mencarinya, tapi tidak ada.
"dimana lagi mas? "
Kami mencarinya lagi, tapi tidak ketemu.
Hingga seisi rumah sampai kolong-kolong kami mencari mobil kecil warna biru tidak juga ketemu.
"mas Fachri lupa naruh ya? Bunda juga pernah lupa naruh barang, mas. Terus ilang. Besok, kalo habis main langsung balikin tempate ya mas."
Mas Fachri mengangguk, lalu memeluk dan bilang "Ayi sayang bunda."
"Lha Ayi naruhnya dimana?" tanyaku balik pada mas Fachri.
"Gak tau." jawabnya.
"Tadi dipake main, kan? Yuk dicari dulu. " ajakku pada Mas Fachri.
"gak mau. Cari bunda... "
"Tadi mainnya dimana? Temenin Bun nyari, yuk... "
Mas Fachri bergegas, menggandeng tanganku ke tempat mas Fachri maen.
Kami mencarinya, tapi tidak ada.
"dimana lagi mas? "
Kami mencarinya lagi, tapi tidak ketemu.
Hingga seisi rumah sampai kolong-kolong kami mencari mobil kecil warna biru tidak juga ketemu.
"mas Fachri lupa naruh ya? Bunda juga pernah lupa naruh barang, mas. Terus ilang. Besok, kalo habis main langsung balikin tempate ya mas."
Mas Fachri mengangguk, lalu memeluk dan bilang "Ayi sayang bunda."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar