Senin, 5 Juni 2017 Saya, Uti, dan mas Fachri pergi ke sebuah toko sandal. Saat itu kami mau mencari sandal untuk Uti. Sepanjang perjalanan, mas Fachri menyatakan keinginannya untuk dibelikan sandal juga. Dan kami mengiyakan.
Sesampai di toko, yang terpampang tidak hanya sandal, melainkan ada mainan mobil-mobilan. Mas Fachri pun beralih dan minta dibelikan mobil-mobilan Ambulan kecil. Kata mas Fachri "di rumah belum ada mobil ambulan."
"Sandal saja, mas" bujukku. Uti pun ikut membujuk agar beli sandal saja. Tapi, mobil ambulan sudah dikekep dan tidak dilepaskan.
Oke, sayapun tak mau memaksa. Akhirnya saya beri pilihan dan melakukan negosiasi dengan mas Fachri "mas Fachri milih salah satu ya, mau sendal atau mobil?"
"Ayi mau mobil."
"kalau mobil, berarti mas Fachri gak tumbas sandal ya."
"Iya. Ayi mobil aja... "
Dan, kami pun sepakat dan pulang dengan perasaan senang.
Sesampai di toko, yang terpampang tidak hanya sandal, melainkan ada mainan mobil-mobilan. Mas Fachri pun beralih dan minta dibelikan mobil-mobilan Ambulan kecil. Kata mas Fachri "di rumah belum ada mobil ambulan."
"Sandal saja, mas" bujukku. Uti pun ikut membujuk agar beli sandal saja. Tapi, mobil ambulan sudah dikekep dan tidak dilepaskan.
Oke, sayapun tak mau memaksa. Akhirnya saya beri pilihan dan melakukan negosiasi dengan mas Fachri "mas Fachri milih salah satu ya, mau sendal atau mobil?"
"Ayi mau mobil."
"kalau mobil, berarti mas Fachri gak tumbas sandal ya."
"Iya. Ayi mobil aja... "
Dan, kami pun sepakat dan pulang dengan perasaan senang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar